Sabtu, 19 Januari 2019

MATEMATIKA DAPAT MENCEGAH PERANG


MATEMATIKA dapat Mencegah PERANG

       Malam ini (pukul 1.45 WIB) saya tidak bisa tidur. Sudah mencoba untuk tidur setelah diskusi panjang lebar tentang pengalaman kepemimpinan bersama teman seasrama, tapi tetap tidak bisa. Saya lupa, hari ini saya minum kopi dua gelas hehee… alhasil mata saya melek terus, sembari pikiran ini terus berpikir tentang menulis.

      Salah satu yang terpikir adalah menulis tentang “Matematika dapat mencegah perang” bahasa yang cukup berat untuk malam yang juga berat hahahaha…. tapi saya jamin, ulasannya sangat sederhana dan mudah-mudahan bisa dipahami ^,^
Beberapa minggu yang lalu saya memposting satu soal di akun facebook saya. Soal seperti di bawah ini. (sebanarnya yang lebih tepat “ada berapa banyak segitiga pada gambar di samping? bukan jumlah). 


Selasa, 15 Januari 2019

Analisis Kesalahan


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era globalisasi seperti saat ini mengharuskan seseorang untuk lebih proaktif dalam menyelami kiat – kiat pendidikan secara formal maupun nonformal. Hal ini seperti yang diharapkan oleh pemerintah melalui program pendidikan mengingat betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan sehari – hari. Pendidikan diindonesia apabila dibandingkan dengan Negara yang maju lainnya masih tertinggal. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi keterpurukan pendidikan di negara ini. Penyebab itu adalah banyaknya mata pelajaran yang ada di sekolah formal dan kesulitan siswa dalam belajar yang tidak segera diatasi. Salah satu mata pelajaran yang kadang menjadi beban adalah Matematika.
            Matematika merupakan  mata pelajaran yang selalu ada dalam setiap jenjang pendidikan. Mulai dari TK (Taman Kanak-kanak) sampai dengan tingkat perguruan tinggi tidak terlepas dari matematika. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu matematika sangat penting, karena keberadaanya sangat dekat dengan kehidupan manusia. Dibuktikan dengan adanya kegiatan manusia yang tidak terlepas dari matematika, dengan pengertian bahwa pembelajaran matematika tidak hanya identik dengan menghitung saja akan tetapi juga mempelajari mengenai cabang-cabang ilmu matematika lainnya seperti geometri, aljabar, dan terapan-terapan analisis matematika dalam memecahkan suatu permasalahan, dan sebagainya.
            Pembelajaran matematika di kalangan murid tingkat Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) tentunya sudah tidak asing lagi, akan tetapi dalam kenyataanya tidak sedikit siswa yang mengeluhkan dalam mengikuti pelajaran matematika tersebut, mereka berpandangan bahwa matematika adalah suatu pelajaran yang sulit. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan pada pembelajaran matematika di SMP Wisata Sanur Kelas  VIIIE  khususnya pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan Bilangan Rasional, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan dalam memahami soal operasi hitung dalam Bilangan Rasional. Contohnya siswa masih sering mengalami kesalahan dalam memahami konsep bentuk bilangan rasional dan melakukan kesalahan dalam penghitungan. Senada dengan hal tersebut menurut Abdurrahman (2012: 7) kesulitan belajar akademik dapat diketahui oleh guru atau orang tua ketika anak gagal menampilkan salah satu atau beberapa kemampuan akademik.
            Kesulitan anak pada dasarnya sangatlah beralasan, yang bermula dari rasa ketidakminatan dan ketidakbakatan, mereka menghukum dirinya sendiri dengan keputusan sepihak yaitu bahwa matematika sulit adanya. Namun apabila dikaji lebih jauh dan mendalam bahwa setiap harinya tanpa disadari kita selalu melakukan kegiatan yang berhubungan dengan matematika. Kecenderungan keputusan bahwa matematika sulit adalah tingkat permasalahan yang dihadapinya tidak semudah dengan apa yang diharapkan sehingga sampai detik inipun masih saja ada seseorang atau siswa mengeluhkan bahwa matematika merupakan pembelajaran yang susah untuk ditaklukan. Namun dengan memotivasi minat dan bakat pada diri sendiri maka matematika dapat ditaklukkan.
            Minat dan bakat anak juga berpengaruh dalam menghadapi kesulitan pelajaran matematika. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan kesulitan siswa dalam belajar matematika tentunya dipengaruhi beberapa hal diantaranya bisa dikarenakan motivasi siswa, pemahaman siswa mengenai materi, kesulitan dalam memahami bahasa matematis, dan lainnya. Dengan demikian kesulitan-kesulitan yang timbul harus segera diatasi sebaliknya apabila kesulitan - kesulitan siswa dalam belajar matematika tidak segera diatasi tentu dapat mempengaruhi motivasi anak dalam belajar dan hal ini akan berpengaruh besar pada prestasi akademik dan emosional psikologi pada diri anak itu sendiri dan akhirnya anak akan minder.
 Kesulitan siswa dalam memecahkan persoalan yang berkaitan dengan bilangan rasional tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Jamal (2014: 20) mengatakan bahwa faktor internal berasal dari dalam diri siswa misalnya kesehatan, bakat, minat dan motivasi serta intelegensi dari siswa itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal sangat dipengaruhi dari berbagai hal seperti lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. 
Pentingnya melakukan evaluasi untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal khususnya dalam bialngan rasional, dengan adanya evaluasi terhadap kesulitan siswa seorang guru dapat mengetahui bagian manakah kesulitan yang dialami siswa. Evaluasi yang melibatkan keaktifan dan kreativitas siswa mampu meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Perlunya penugasan terhadap materi operasi hitung pada bilangan rasional dapat mengoptimalkan pemahaman siswa dalam pembelajaran tersebut.
Jika kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut tidak segera diatasi akan berpengaruh pula pada hasil belajar matematika siswa dan materi berikutnya, maka peran guru sangat diperlukan untuk memberikan penguatan mengenai materi maupun evaluasi diakhir pembelajaran. Oleh karena itu hal tersebut peneliti bermaksud untuk mendiskripsikan jenis-jenis kesulitan apa sajakah yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal tentang bilangan rasional serta faktor-faktor penyebab yang mempengaruhinya.

1.      Metode
 Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif diskriptif. Penelitian ini mendiskripsikan dan menganalisis mengenai peristiwa, pemikiran seseorang. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alami dimana peneliti sebagai instrumen kunci, data yang pasti, dan dipandu oleh fakta-fakta dilapangan dijadikan suatu teori (Sugiyono, 2014: 3). Waktu penelitian semester genap pada tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah salah satu siswa kelas VIIIE SMP Wisata Sanur. Teknik pengumpulan data yaitu: (1) observasi, peneliti ikut mengawasi dan  mengamati siswa saat mengerjakan soal tes yang diberikan, (2) tes, hasil tes tersebut digunakan peneliti untuk menentukan subjek penelitian, (3) wawancara, untuk memperoleh informasi mengenai kesulitan apa saja yang dirasakan oleh siswa dan faktor-faktor penyebabnya, Sugiyono (2014: 92) model interaktif teknik analisis dalam penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Reduksi data meliputi mengambil hasil pekerjaan siswa setelah peneliti melakukan tes materi tentang bilangan rasional, melakukan wawancara mendalam dengan siswa. Penyajian data berkaitan dengan menyajikan hasil observasi saat siswa mengerjakan tes, menyajikan hasil wawancara peneliti dengan siswa.  Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Data yang diperoleh dari sumber didiskripsikan, dikategorikan yang sama, dan spesifik dari sumber kemudian dianalisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan dari sumber tersebut (Sugiyono, 2014: 127).
2.      Hasil dan Pembahasan  
Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara diperoleh data tentang kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal bilangan rasional dan faktor-faktor penyebabnya. Berikut penjabaran dari kesulitan-kesulitan dan faktor-faktor penyebabnya. (1) kesulitan mentransfer pengetahuan yang berkaitan mengenai konsep bilangan rasional, meliputi : kesulitan pada konsep bilangan rasional, persamaan umum bilangan rasional. (2) kesulitan dalam kemampuan menganalisa bahasa matematika yaitu kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita bilangan rasional dan memahami maksud soal. (3) kesulitan dalam menghitung soal bilangan rasional yaitu pada operasi penjumlahan, pengurangan , perkalian dan pembagian bilangan dalam menyelesaikan sebuah soal.