Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi pada era globalisasi seperti saat ini
mengharuskan seseorang untuk lebih proaktif dalam menyelami kiat – kiat
pendidikan secara formal maupun nonformal. Hal ini seperti yang diharapkan oleh
pemerintah melalui program pendidikan mengingat betapa pentingnya pendidikan
dalam kehidupan sehari – hari. Pendidikan diindonesia apabila dibandingkan
dengan Negara yang maju lainnya masih tertinggal. Hal tersebut disebabkan oleh
beberapa faktor yang mempengaruhi keterpurukan pendidikan di negara ini.
Penyebab itu adalah banyaknya mata pelajaran yang ada di sekolah formal dan
kesulitan siswa dalam belajar yang tidak segera diatasi. Salah satu mata
pelajaran yang kadang menjadi beban adalah Matematika.
Matematika
merupakan mata pelajaran yang selalu ada
dalam setiap jenjang pendidikan. Mulai dari TK (Taman Kanak-kanak) sampai
dengan tingkat perguruan tinggi tidak terlepas dari matematika. Hal ini
menunjukkan bahwa ilmu matematika sangat penting, karena keberadaanya sangat
dekat dengan kehidupan manusia. Dibuktikan dengan adanya kegiatan manusia yang
tidak terlepas dari matematika, dengan pengertian bahwa pembelajaran matematika
tidak hanya identik dengan menghitung saja akan tetapi juga mempelajari
mengenai cabang-cabang ilmu matematika lainnya seperti geometri, aljabar, dan
terapan-terapan analisis matematika dalam memecahkan suatu permasalahan, dan
sebagainya.
Pembelajaran matematika di kalangan murid tingkat Sekolah
Menengah Tingkat Pertama (SMP) tentunya sudah tidak asing lagi, akan tetapi
dalam kenyataanya tidak sedikit siswa yang mengeluhkan dalam mengikuti
pelajaran matematika tersebut, mereka berpandangan bahwa matematika adalah
suatu pelajaran yang sulit. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan
pada pembelajaran matematika di SMP Wisata Sanur Kelas VIIIE khususnya pada mata pelajaran matematika
dengan pokok bahasan Bilangan Rasional, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian
besar siswa masih kesulitan dalam memahami soal operasi hitung dalam Bilangan
Rasional. Contohnya siswa masih sering mengalami kesalahan dalam memahami
konsep bentuk bilangan rasional dan melakukan kesalahan dalam penghitungan.
Senada dengan hal tersebut menurut Abdurrahman (2012: 7) kesulitan belajar
akademik dapat diketahui oleh guru atau orang tua ketika anak gagal menampilkan
salah satu atau beberapa kemampuan akademik.
Kesulitan anak pada dasarnya sangatlah beralasan, yang
bermula dari rasa ketidakminatan dan ketidakbakatan, mereka menghukum dirinya
sendiri dengan keputusan sepihak yaitu bahwa matematika sulit adanya. Namun
apabila dikaji lebih jauh dan mendalam bahwa setiap harinya tanpa disadari kita
selalu melakukan kegiatan yang berhubungan dengan matematika. Kecenderungan
keputusan bahwa matematika sulit adalah tingkat permasalahan yang dihadapinya
tidak semudah dengan apa yang diharapkan sehingga sampai detik inipun masih
saja ada seseorang atau siswa mengeluhkan bahwa matematika merupakan
pembelajaran yang susah untuk ditaklukan. Namun dengan memotivasi minat dan
bakat pada diri sendiri maka matematika dapat ditaklukkan.
Minat dan bakat anak juga berpengaruh dalam menghadapi
kesulitan pelajaran matematika. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan kesulitan
siswa dalam belajar matematika tentunya dipengaruhi beberapa hal diantaranya
bisa dikarenakan motivasi siswa, pemahaman siswa mengenai materi, kesulitan
dalam memahami bahasa matematis, dan lainnya. Dengan demikian kesulitan-kesulitan
yang timbul harus segera diatasi sebaliknya apabila kesulitan - kesulitan siswa
dalam belajar matematika tidak segera diatasi tentu dapat mempengaruhi motivasi
anak dalam belajar dan hal ini akan berpengaruh besar pada prestasi akademik
dan emosional psikologi pada diri anak itu sendiri dan akhirnya anak akan
minder.
Kesulitan siswa dalam memecahkan persoalan
yang berkaitan dengan bilangan rasional tersebut tentunya dipengaruhi oleh
beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Jamal (2014: 20)
mengatakan bahwa faktor internal berasal dari dalam diri siswa misalnya
kesehatan, bakat, minat dan motivasi serta intelegensi dari siswa itu sendiri.
Sedangkan faktor eksternal sangat dipengaruhi dari berbagai hal seperti
lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Pentingnya
melakukan evaluasi untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal
khususnya dalam bialngan rasional, dengan adanya evaluasi terhadap kesulitan
siswa seorang guru dapat mengetahui bagian manakah kesulitan yang dialami
siswa. Evaluasi yang melibatkan keaktifan dan kreativitas siswa mampu
meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Perlunya penugasan terhadap
materi operasi hitung pada bilangan rasional dapat mengoptimalkan pemahaman
siswa dalam pembelajaran tersebut.
Jika
kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut tidak segera diatasi akan
berpengaruh pula pada hasil belajar matematika siswa dan materi berikutnya,
maka peran guru sangat diperlukan untuk memberikan penguatan mengenai materi maupun
evaluasi diakhir pembelajaran. Oleh karena itu hal tersebut peneliti bermaksud
untuk mendiskripsikan jenis-jenis kesulitan apa sajakah yang dialami siswa
dalam menyelesaikan soal tentang bilangan rasional serta faktor-faktor penyebab
yang mempengaruhinya.
1. Metode
Jenis penelitian yang digunakan yaitu
pendekatan kualitatif diskriptif. Penelitian ini mendiskripsikan dan
menganalisis mengenai peristiwa, pemikiran seseorang. Penelitian kualitatif
digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alami dimana peneliti sebagai
instrumen kunci, data yang pasti, dan dipandu oleh fakta-fakta dilapangan
dijadikan suatu teori (Sugiyono, 2014: 3). Waktu penelitian semester genap pada
tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah salah satu siswa kelas
VIIIE SMP Wisata Sanur. Teknik pengumpulan data yaitu: (1) observasi, peneliti
ikut mengawasi dan mengamati siswa saat
mengerjakan soal tes yang diberikan, (2) tes, hasil tes tersebut digunakan
peneliti untuk menentukan subjek penelitian, (3) wawancara, untuk memperoleh
informasi mengenai kesulitan apa saja yang dirasakan oleh siswa dan
faktor-faktor penyebabnya, Sugiyono (2014: 92) model interaktif teknik analisis
dalam penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan .
Reduksi data meliputi mengambil hasil pekerjaan siswa setelah peneliti melakukan
tes materi tentang bilangan rasional, melakukan wawancara mendalam dengan
siswa. Penyajian data berkaitan dengan menyajikan hasil observasi saat siswa
mengerjakan tes, menyajikan hasil wawancara peneliti dengan siswa. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan teknik. Data yang diperoleh dari sumber didiskripsikan, dikategorikan yang
sama, dan spesifik dari sumber kemudian dianalisis untuk menghasilkan suatu
kesimpulan dari sumber tersebut (Sugiyono, 2014: 127).
2. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan
hasil tes dan hasil wawancara diperoleh data tentang kesulitan-kesulitan yang
dialami siswa dalam menyelesaikan soal bilangan rasional dan faktor-faktor
penyebabnya. Berikut penjabaran dari kesulitan-kesulitan dan faktor-faktor
penyebabnya. (1) kesulitan mentransfer pengetahuan yang berkaitan mengenai
konsep bilangan rasional, meliputi : kesulitan pada konsep bilangan rasional,
persamaan umum bilangan rasional. (2) kesulitan dalam kemampuan menganalisa
bahasa matematika yaitu kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita
bilangan rasional dan memahami maksud soal. (3) kesulitan dalam menghitung soal
bilangan rasional yaitu pada operasi penjumlahan, pengurangan , perkalian dan
pembagian bilangan dalam menyelesaikan sebuah soal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar